JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan volume transaksi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada kuartal IV-2025 bertumbuh tinggi hingga 139,99% secara tahunan. Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan IV- 2025 tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
"Volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,26 miliar transaksi atau tumbuh 39,21% secara tahunan pada triwulan IV 2025 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital," ungkap Perry saat RDG, Januari 2026.
Tren Qris
Tren penggunaan pembayaran digital berbasis QRIS terus berkembang di masyarakat. QRIS kerap digunakan dalam gelaran acara besar, termasuk kegiatan olahraga.
Ini terlihat saat gelaran Funday yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor sebagai pembuka rangkaian Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Acara olahraga yang diikuti 5.000 orang itu menjadi momentum penguatan ekosistem transaksi non-tunai di ruang publik.
Untuk mendukung transparansi, Jatelindo juga menyediakan dashboard monitoring transaksi yang memungkinkan pelaku usaha memantau aktivitas pembayaran secara real time.
"Kolaborasi dengan Dispora Kota Bogor merupakan bagian dari komitmen Jatelindo dalam mendorong pemanfaatan QRIS sebagai solusi pembayaran yang efisien dan mudah diakses. Kami berharap sinergi ini dapat meningkatkan kemudahan bertransaksi serta literasi pembayaran," kata dia.
Nandan mengatakan rencananya, Jatelindo bersama Dispora Kota Bogor berencana memperluas kolaborasi melalui program sosialisasi dan edukasi, guna memastikan implementasi QRIS berjalan optimal dan memberikan dampak jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan
Nandan mengatakan QRIS memberikan kemudahan bagi peserta dan pelaku usaha dalam bertransaksi secara cepat, aman, dan praktis tanpa uang tunai. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen pihaknya dalam mendorong percepatan digitalisasi pembayaran serta memperluas inklusi keuangan, khususnya di lingkungan komunitas olahraga dan UMKM binaan Dispora Kota Bogor.
Untuk mendukung transparansi, Jatelindo juga menyediakan dashboard monitoring transaksi yang memungkinkan pelaku usaha memantau aktivitas pembayaran secara real time.



