Perdagangan

Berita dan analisis perdagangan dan ekspor impor

BERITA UMKM
BERITA UMKM

Berita Terbaru Perdagangan

Lihat Semua Berita
Perdagangan2 Oktober 2026

Cegah Ekspor UMKM Mandek, Menteri Maman Minta Pengusaha Perkuat Pasar Domestik

JAKARTA, UMKMTRUST.ID — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman meminta pelaku UMKM memperkuat pasar domestik untuk mencegah kegiatan ekspor hanya berlangsung sekali kemudian mandek. Ekspor harus ditopang fundamental usaha dan basis pasar dalam negeri yang kuat agar mampu berlanjut dan berkembang di pasar global. Menteri Maman mengungkapkan, ekspor merupakan peluang besar bagi UMKM untuk meningkatkan skala usahanya. Namun, dorongan untuk menembus pasar internasional tidak boleh membuat pelaku usaha mengabaikan pasar domestik yang menjadi fondasi keberlanjutan bisnis. “Boleh kita support (dukung) teman-teman untuk ekspor, 100% kita dukung. Tetapi pastikan kualitas produk mereka di domestik juga sudah kuat. Jangan sampai kita ekspor satu kali, setelah itu tidak berlanjut,” kata Maman dalam acara Kopdar Ekspor di Gedung SMESCO, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Menurut Maman, pasar domestik berperan sebagai tempat bagi UMKM untuk menguji kualitas produk sekaligus membangun kapasitas produksi. Dari pasar dalam negeri, pelaku usaha dapat memperbaiki produk, memperkuat manajemen keuangan, memahami kebutuhan konsumen, dan membangun basis pelanggan sebelum menghadapi persaingan di pasar internasional. Karena itu, Menteri Maman mengingatkan para pelaku UMKM agar tidak menjadikan ekspor sebagai tujuan yang dikejar terlalu dini tanpa kesiapan bisnis. Ekspansi ke pasar global harus dilakukan setelah pelaku usaha memiliki kemampuan mempertahankan kualitas dan memenuhi permintaan secara konsisten. “Tidak ada pengusaha di mana pun yang tidak memulai dari pasar lokal mereka. Kita sering belum apa-apa sudah memikirkan ekspor, tetapi lupa memperkuat pasar domestik,” ujar dia. Menteri UMKM menjelaskan, pasar domestik yang kuat dapat menjadi benteng pertahanan bagi produk UMKM Indonesia. Selain menjadi sumber pertumbuhan, pasar nasional memberikan ruang bagi produk lokal untuk berkembang sehingga tidak mudah terdesak oleh produk impor. Untuk memperkuat fondasi UMKM, menurut Maman, Kementerian UMKM menghadirkan sistem layanan terintegrasi SAPA UMKM. Layanan tersebut dirancang untuk memudahkan pelaku usaha di berbagai daerah memperoleh akses terhadap verifikasi usaha, legalitas, sertifikasi, pembiayaan, hingga pemasaran digital tanpa harus datang ke Jakarta. “Adapun SMESCO sebagai perpanjangan tangan Kementerian UMKM turut memetakan kesiapan pelaku usaha untuk memasuki pasar ekspor,” tutur dia. Direktur Utama SMESCO, Doddy Akhmadsyah Matondang menambahkan, dari sekitar 100.000 data UMKM yang terdaftar, sebanyak 267 UMKM telah teridentifikasi siap memasuki pasar ekspor. SMESCO juga telah menghubungi secara langsung 1.083 UMKM dan menemukan 551 UMKM yang masih berpotensi untuk terus dikembangkan. Doddy mengungkapkan, tantangan utama yang masih dihadapi pelaku UMKM di antaranya perizinan, pembiayaan, dan strategi pemasaran. “Kami berkomitmen menyediakan end-to-end services (layanan menyeluruh) bagi UMKM, mulai dari akses pemasaran, pembiayaan hingga perizinan, sehingga semakin banyak UMKM Indonesia yang siap dan mampu melakukan ekspor secara berkelanjutan,” tutur Doddy. Dengan penguatan pasar domestik dan dukungan terhadap kesiapan ekspor, kata Doddy Akhmadsyah, pemerintah berharap UMKM tidak berhenti pada keberhasilan menembus pasar internasional untuk pertama kalinya. Ekspor diharapkan menjadi bagian dari pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, dengan fondasi usaha yang kuat di pasar dalam negeri.

Perdagangan2 Oktober 2026

Pemerintah Buka Jalan UMKM Tembus Pasar Eropa lewat IEU-CEPA

JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah membuka jalan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar Eropa melalui Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA). Penandatanganan letter of intent (LoI) atau nota kesepahaman dengan Irlandia menjadi salah satu langkah awal untuk memperluas keterlibatan UMKM dalam perdagangan dan investasi sebagai bagian dari implementasi IEU-CEPA. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Edi Prio Pambudi mengatakan, penandatanganan LoI dengan Irlandia menunjukkan keseriusan pemerintah mendorong pengembangan UMKM, sekaligus memanfaatkan peluang yang terbuka dari IEU-CEPA. “Dengan dokumen yang kita tanda tangani, kita ingin memperdalam apa saja yang bisa kita lakukan, terutama untuk mengefisienkan hubungan perdagangan dan investasi,” kata Edi di Jakarta, Jumat (4/9/2026). Menurut Edi, Irlandia dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk meningkatkan keterlibatan UMKM Indonesia di pasar Eropa. Peluang tersebut terutama terbuka bagi UMKM yang telah memanfaatkan teknologi digital sehingga lebih siap menjangkau konsumen dan mitra bisnis di pasar internasional. Langkah tersebut, kata Edi, perlu segera ditindaklanjuti dengan berbagai program konkret. Sejumlah usulan yang disampaikan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dinilai dapat menjadi pijakan untuk mempercepat kerja sama tersebut. “Tadi sudah banyak usulan yang dihasilkan oleh Kadin yang harus segera ditindaklanjuti,” ujar dia. Duta Besar Irlandia untuk Indonesia, Sharon Lennon menegaskan komitmen negaranya untuk mendukung pengembangan UMKM di Indonesia. Irlandia memiliki direktorat khusus Asia Tenggara yang salah satu mandatnya adalah mendorong dan mendukung UMKM di berbagai negara. “Melalui letter of intent, melalui upaya implementasi terhadap IEU-CEPA, kita akan benar-benar mendukung keterlibatan UMKM,” tandas Sharon. Dia menambahkan, kerja sama tersebut berlangsung ketika hubungan ekonomi Indonesia dan Irlandia menunjukkan perkembangan positif. Nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai US$228,6 juta sepanjang 2025. Hingga Juli 2026, nilai perdagangan Indonesia-Irlandia secara kumulatif telah mencapai US$145 juta. “Perkembangan nilai perdagangan tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperluas hubungan ekonomi kedua negara,” tutur dia. Edi Prio Pambudi menjelaskan, Irlandia memiliki sejumlah sektor unggulan yang dapat menjadi bidang potensial bagi pengembangan kerja sama dengan Indonesia. Sektor itu antara lain teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), energi terbarukan dan teknologi bersih (clean technology), pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance), pangan dan pertanian (agri-food) serta nutrisi, farmasi dan layanan kesehatan, hingga penerbangan dan jasa terkait. “Irlandia telah lama dikenal salah satu pusat teknologi terkemuka di Eropa dan menjadi basis regional bagi berbagai perusahaan teknologi global termasuk Google, Meta, Microsoft,” ucap Edi. Dengan posisi tersebut, menurut Edi, kerja sama Indonesia-Irlandia tidak hanya membuka peluang peningkatan perdagangan bilateral, tetapi juga dapat menjadi jalur bagi UMKM Indonesia untuk masuk lebih jauh ke ekosistem bisnis Eropa. “Implementasi IEU-CEPA diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam akses pasar, kemitraan, investasi, serta penguatan kapasitas UMKM agar mampu memanfaatkan peluang tersebut secara optimal,” papar dia. (mau)

Perdagangan2 Oktober 2026

Mendag: Usulan DMO 100% MinyaKita Perlu Pertimbangkan UMKM

JAKARTA, UMKMTRUST.ID – Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso mengatakan, usulan penerapan domestic market obligation (DMO) sebesar 100% untuk distribusi MinyaKita melalui Perum Bulog perlu mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan distributor lain. “Karena banyak juga UMKM atau distributor lain yang ikut menyalurkan MinyaKita. Jadi, kan harus bareng–bareng. Tapi ini kita komunikasi terus,” ujar Budi di Jakarta, Rabu (9/9/2026). Menurut Mendag Budi, pemerintah masih akan melihat dinamika pelaksanaan distribusi MinyaKita sebelum menentukan kebijakan terkait usulan DMO 100% tersebut. Ia menegaskan, saat ini distribusi MinyaKita dilakukan secara bersama-sama oleh UMKM, Bulog, dan ID FOOD. Sejauh ini, kata dia, pola tersebut tidak menimbulkan persoalan. Dengan demikian, UMKM tetap perlu diberikan kesempatan untuk berperan dalam distribusi MinyaKita. “Sekarang masih UMKM yang berbarengan juga dengan Bulog, dengan ID FOOD, tapi kan nggak ada masalah selama ini. Jadi, kita juga harus kasih kesempatan kepada UMKM yang lain,” tandas dia. Budi Santoso menjelaskan, saat ini kewajiban distribusi MinyaKita melalui Bulog berada di angka 35%. Namun, realisasinya telah mencapai sekitar 51%. “Selama ini kan 35%, terus realisasinya sudah mencapai 50-51%. Untuk sementara memang belum 100%,” tutur dia. Sebelumnya diberitakan, Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan, usulan peningkatan porsi tersebut telah disampaikan secara tertulis kepada Mendag. Rizal mengatakan Bulog mengajukan peningkatan porsi penyaluran hingga 100% sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman. Menurut dia, peningkatan porsi penyaluran melalui BUMN pangan diusulkan untuk memperkuat ketersediaan Minyakita di pasar. “Namun, keputusan mengenai perubahan porsi tersebut masih berada pada pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan,” ujar dia. (sar/ant)

Perdagangan1 Oktober 2026

Jatelindo Perluas Penggunaan QRIS, Targetkan Komunitas Olahraga dan Level UMKM

JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) melaporkan volume transaksi pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada kuartal IV-2025 bertumbuh tinggi hingga 139,99% secara tahunan. Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan transaksi ekonomi dan keuangan digital pada triwulan IV- 2025 tetap tinggi didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
 "Volume transaksi pembayaran digital mencapai 14,26 miliar transaksi atau tumbuh 39,21% secara tahunan pada triwulan IV 2025 didukung oleh perluasan akseptasi pembayaran digital," ungkap Perry saat RDG, Januari 2026.
 Tren Qris Tren penggunaan pembayaran digital berbasis QRIS terus berkembang di masyarakat. QRIS kerap digunakan dalam gelaran acara besar, termasuk kegiatan olahraga. Ini terlihat saat gelaran Funday yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor sebagai pembuka rangkaian Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Acara olahraga yang diikuti 5.000 orang itu menjadi momentum penguatan ekosistem transaksi non-tunai di ruang publik. Nandan mengatakan QRIS memberikan kemudahan bagi peserta dan pelaku usaha dalam bertransaksi secara cepat, aman, dan praktis tanpa uang tunai. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen pihaknya dalam mendorong percepatan digitalisasi pembayaran serta memperluas inklusi keuangan, khususnya di lingkungan komunitas olahraga dan UMKM binaan Dispora Kota Bogor.
 Untuk mendukung transparansi, Jatelindo juga menyediakan dashboard monitoring transaksi yang memungkinkan pelaku usaha memantau aktivitas pembayaran secara real time. "Kolaborasi dengan Dispora Kota Bogor merupakan bagian dari komitmen Jatelindo dalam mendorong pemanfaatan QRIS sebagai solusi pembayaran yang efisien dan mudah diakses. Kami berharap sinergi ini dapat meningkatkan kemudahan bertransaksi serta literasi pembayaran," kata dia.
 Nandan mengatakan rencananya, Jatelindo bersama Dispora Kota Bogor berencana memperluas kolaborasi melalui program sosialisasi dan edukasi, guna memastikan implementasi QRIS berjalan optimal dan memberikan dampak jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan Nandan mengatakan QRIS memberikan kemudahan bagi peserta dan pelaku usaha dalam bertransaksi secara cepat, aman, dan praktis tanpa uang tunai. Langkah ini sekaligus mempertegas komitmen pihaknya dalam mendorong percepatan digitalisasi pembayaran serta memperluas inklusi keuangan, khususnya di lingkungan komunitas olahraga dan UMKM binaan Dispora Kota Bogor. 
Untuk mendukung transparansi, Jatelindo juga menyediakan dashboard monitoring transaksi yang memungkinkan pelaku usaha memantau aktivitas pembayaran secara real time. "Kolaborasi dengan Dispora Kota Bogor merupakan bagian dari komitmen Jatelindo dalam mendorong pemanfaatan QRIS sebagai solusi pembayaran yang efisien dan mudah diakses. Kami berharap sinergi ini dapat meningkatkan kemudahan bertransaksi serta literasi pembayaran," kata dia.

Perdagangan8 September 2026

ION Resmi Berdiri untuk Perluas Akses UMKM, Bidik US$100 Juta dari 20 Investor

JAKARTA, UMKMTRUST – PT Indonesia Open Network (ION) resmi berdiri dan membidik kapitalisasi tahap pertama sebesar US$100 juta dari sedikitnya 20 investor baru untuk membangun infrastruktur publik digital (digital public infrastructure/DPI) yang akan menopang perdagangan digital, sekaligus memperluas akses pasar para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Presiden Direktur ION, Bayu Prawira Hie mengungkapkan, masing-masing investor ditargetkan menanamkan sekitar US$5 juta (sekitar Rp88 miliar), dengan struktur kepemilikan yang dirancang agar tidak ada satu pihak pun menguasai perusahaan. Dalam struktur awal kepemilikan, PT Chairos International Ventures memegang 2,5 juta saham seri A. “Satu saham lainnya merupakan saham khusus dengan hak istimewa (golden share) yang dimiliki Yayasan ION Teknologi Indonesia,” kata Bayu usai acara panandatanganan akta pendirian PT ION oleh PT Chairos International Ventures dan Yayasan ION Teknologi Indonesia di Sekretariat Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Jakarta, Jumat (4/9/2026). Bayu menjelaskan, PT Chairos saat ini berstatus sebagai pemegang saham sementara. Sebanyak 2,5 juta saham yang dikuasainya terbuka untuk dialihkan kepada investor baru yang ingin berpartisipasi dalam pengembangan ION. “Sebanyak 2,5 juta saham ini siap untuk dialihkan kepada investor-investor baru. Kami menyambut siapa pun yang ingin ikut berpartisipasi membangun Indonesia Open Network untuk kebaikan bangsa,” ujar dia. Presiden Direktur PT Indonesia Open Network (ION), Bayu Prawira Hie. Foto: Investortrust/Dicki Antariksa. Struktur tersebut, menurut Bayu Prawira, sekaligus menjadi fondasi bagi model kepemilikan ION yang tidak bertumpu pada satu pemegang saham utama. Perusahaan justru diarahkan memiliki basis pemegang saham yang lebih luas. Alhasil, kepentingan berbagai pihak dapat terwakili dan tidak ada satu investor yang memiliki posisi dominan. Dia menambahkan, modal dasar PT ION ditetapkan sebesar Rp10 miliar dengan modal disetor Rp2,5 miliar. Namun, kebutuhan pengembangan perusahaan ke depan jauh lebih besar. Untuk tahap pertama, ION menargetkan kapitalisasi sekitar US$100 juta. Chief Executive Officer (CEO) PT Chairos International Ventures, Sachin Gopalan mengemukakan, target tersebut akan ditempuh dengan mengundang sedikitnya 20 perusahaan menjadi pemegang saham. Setiap investor ditargetkan memberikan kontribusi sekitar US$5 juta. “Kami mencari US$5 juta dari 20 perusahaan agar bisa mendapatkan kapitalisasi US$100 juta. Prinsipnya, tidak boleh satu pun yang dominan. Semua harus memiliki fair share (porsi yang adil),” tegas Sachin. Fokus Investor Indonesia Menurut Sachin Gopalan, ION dibentuk sebagai sarana investasi (investment vehicle) bagi berbagai pihak dari Indonesia maupun mancanegara. Namun, pada tahap awal, perusahaan Indonesia menjadi prioritas karena ION diposisikan sebagai aset dan infrastruktur publik nasional. “Tujuan membangun PT ION ini adalah agar menjadi vehicle (sarana) untuk investasi dari beberapa pihak dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia. Namun, fokusnya kepada perusahaan Indonesia dulu karena ini merupakan aset bangsa,” tutur dia. CEO PT Chairos International Ventures, Sachin Gopalan. Foto: Investortrust/Dicki Antariksa. Calon pemegang saham, kata Sachin, diharapkan berasal dari berbagai sektor, mulai dari pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), perbankan, manufaktur, perusahaan teknologi, hingga sektor industri lainnya. Komposisi tersebut sejalan dengan posisi ION yang tidak sekadar diarahkan sebagai perusahaan teknologi. “ION dikembangkan sebagai infrastruktur publik digital (DPI) yang dapat digunakan lintas sektor untuk mendukung aktivitas perdagangan digital, sekaligus meningkatkan kapabilitas digital perusahaan-perusahaan Indonesia,” papar dia. Melalui infrastruktur tersebut, kata dia, ION juga diarahkan untuk mempertemukan kepentingan penjual dan pembeli dalam ekosistem perdagangan digital. Pengembangan ini diharapkan dapat memperluas akses pasar, terutama bagi pelaku UMKM. Google Berikan Hibah Bayu Prawira Hie menuturkan, pengembangan ION juga telah memperoleh dukungan dari perusahaan teknologi global Google melalui hibah (grant). Dukungan tersebut diberikan melalui inkubator ION dan berbeda dengan investasi langsung ke dalam PT ION. Google, menurut dia, telah mengambil posisi dalam mendukung pengembangan open network (jaringan terbuka) melalui hibah tersebut. Keterlibatan Google sebagai investor juga masih terbuka melalui skema co-funding (pendanaan bersama) bersama sejumlah pihak lain yang memiliki kepentingan sejalan dalam pembangunan infrastruktur publik digital. “Modelnya co-funding. Mereka melakukan pendanaan bersama dengan beberapa pihak lain yang sudah memiliki kepentingan yang sama untuk membangun digital public infrastructure,” ucap Bayu. Ketua Yayasan ION Teknologi Indonesia/Presiden Direktur PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), Ronald Walla. Foto: Investortrust/Dicki Antariksa. Bayu mengatakan, model open network yang dikembangkan ION tidak hanya diarahkan untuk Indonesia. Konsep tersebut telah dikembangkan di India, sedangkan pengembangan di Malaysia, Thailand, dan Brasil tengah dipersiapkan untuk tahap berikutnya. Yayasan Pegang Golden Share Ketua Yayasan ION Teknologi Indonesia yang juga Presiden Direktur PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM), Ronald Walla menjelaskan, di tengah rencana masuknya banyak investor, Yayasan ION Teknologi Indonesia memiliki posisi khusus. Yayasan tersebut memegang satu golden share dari total 2,5 juta saham yang diterbitkan PT ION. Ronald menegaskan, saham tersebut bukan ditujukan sebagai instrumen investasi. Yayasan berfungsi sebagai mission guardian (penjaga misi) untuk memastikan ION tetap berjalan sesuai visi dan mandat awal sebagai infrastruktur publik digital. “Foundation (yayasan) bukan untuk memasukkan investasi, tetapi lebih ke mission guardian. Public utility infrastructure company (perusahaan infrastruktur utilitas publik) tidak boleh menyimpang dari mandat yang sudah diberikan kepada PT,” tegas Ronald. Fungsi tersebut, kata dia, penting karena semakin banyak pemegang saham yang masuk, semakin beragam pula kepentingan yang dibawa ke dalam perusahaan. Yayasan diharapkan menjadi pihak netral yang menjaga agar kepentingan komersial para pemegang saham tidak menggeser misi publik ION. “Kalau di PT ada banyak pemangku kepentingan yang punya kepentingan sendiri, harus ada satu pihak yang netral yang bisa memastikan PT ini tidak menyimpang dari mandat yang sudah diberikan,” tegas dia. Menteri UMKM, Maman Abdurrahman dalam acara Indonesia Open Network (ION) 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis (5/2/2026). Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal. Ronald Walla mengungkapkan, ION telah membangun aplikasi pembeli dan penjual (buyer and seller apps), termasuk melalui kolaborasi dengan Indomaret dan Kementerian UMKM. “Kita sangat excited dengan proyek ION ini. Akhirnya kita bisa memformalkan PT ION. Kita juga sudah membangun buyer and seller apps, termasuk dengan Indomaret, dan sedang berkolaborasi dengan Kementerian UMKM,” papar dia. Menurut dia, persoalan utama yang dihadapi UMKM dan pengusaha pada umumnya adalah akses pasar dan pemasaran. Karena itu, ION diharapkan menjadi perangkat yang memudahkan pelaku usaha memperoleh akses pasar secara lebih efisien. “Masalah utama dari UMKM atau pengusaha pada umumnya adalah akses pasar dan pemasaran. Itu menjadi sebuah tools yang sangat efisien dan mudah-mudahan menjadi produktif,” tutur dia. Dia menambahkan, penguatan akses pasar bagi UMKM juga berpotensi memberikan dampak berantai terhadap perekonomian. Ketika UMKM berkembang, sektor-sektor yang menopangnya, mulai dari pertanian, industri hingga jasa, juga berpeluang ikut tumbuh. Mulai Bangun Organisasi Bayu Prawira Hie menerangkan, setelah resmi berdiri, langkah terdekat ION adalah membangun struktur organisasi dan menyiapkan berbagai perjanjian dengan pihak-pihak yang terkait dengan pengembangan perusahaan. Ketua Umum Apindo Shinta W Kamdani bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman, serta Wamenkomdigi Nezar Patria dan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Ilham A Habibie di ajang Indonesia Open Network (ION) 2026. Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal Berbagai kegiatan yang telah dirintis sebelum badan hukum PT ION terbentuk akan mulai dikembangkan secara lebih konkret. “Kita akan melaksanakan pengembangan struktur organisasi sesuai dengan yang kita butuhkan, sambil terus menjalankan roda-roda yang sudah kita rintis jauh sebelum PT ION ini diresmikan,” kata dia. Selain itu, menurut Bayu, ION akan menyiapkan berbagai perjanjian dengan pihak terkait sebagai bagian dari implementasi pengembangan perusahaan. “Kita benar-benar mulai membangun secara riil untuk mengimplementasikan ION ini,” ucap Bayu. Dia menegaskan, pembentukan badan hukum PT diperlukan karena kegiatan ION akan mencakup aktivitas niaga dan bisnis. Namun, ION tidak ingin diposisikan sebagai perusahaan rintisan (startup) biasa. “PT ION ini bukan karena kita startup. ION bukan startup. ION adalah digital public infrastructure yang kita bangun bersama-sama untuk kepentingan bersama,” ujar dia. Bayu menuturkan, cakupan ION ke depan juga diarahkan tidak hanya kepada perusahaan dan UMKM. Infrastruktur digital tersebut berpotensi menjangkau petani, koperasi, dan masyarakat secara lebih luas. Dengan demikian, menurut dia, target kapitalisasi US$100 juta bukan semata-mata ditujukan untuk memperbesar perusahaan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun infrastruktur digital dengan basis kepemilikan yang luas. “Model tersebut sekaligus dirancang untuk memastikan tidak ada satu investor yang menguasai ION, sementara mandat publiknya tetap dijaga melalui Yayasan ION Teknologi Indonesia,” ucap dia. Advisory Council Member ION, T Koshy menyampaikan kata sambutan dalam ION Launch Workshop bertema “Hands-On: Use Case Definition & Technical Onboarding” di Gedung Smesco, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Foto: Investortrust/Dicki Antariksa. Anggota Dewan Penasihat ION sekaligus pendiri ONDC India, T Koshy menyatakan, infrastruktur bersama memungkinkan inovasi berkembang lebih cepat karena tidak terbatas pada satu platform. “Infrastruktur bersama memungkinkan inovasi berkembang di seluruh ekosistem, bukan hanya pada platform tertentu,” kata dia. Menurut Koshy, dukungan Google.org dan berbagai mitra menunjukkan semakin besarnya kepercayaan terhadap model infrastruktur digital terbuka sebagai pendorong inovasi, daya saing, dan pertumbuhan ekonomi. Didukung Google, ION Bangun Infrastruktur Digital Terbuka bagi UMKM Selain membangun jaringan perdagangan digital nasional, kata Koshy, ION mengembangkan program ION Hyperlokal untuk memperkuat ekonomi digital berbasis komunitas. Program ini akan menghubungkan UMKM, petani, pasar tradisional, penyedia logistik, lembaga keuangan, serta organisasi masyarakat dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi. Tahap awal implementasi akan dilakukan di sejumlah wilayah, terutama daerah perdesaan. ‘Melalui program tersebut, pelaku usaha diharapkan tidak hanya memperoleh akses pasar yang lebih luas, tetapi juga lebih mudah mendapatkan layanan pembayaran digital, pembiayaan, asuransi, dan berbagai layanan pendukung usaha lainnya,” tutur Koshy. (sat)