Horeka

BERITA UMKM
BERITA UMKM

Berita Terbaru Horeka

Lihat Semua Berita
Horeka4 Oktober 2026

Dari Dapur Lokal, Pengusaha Perempuan Ini Sukses Bawa Bumbu Instan Tembus Pasar Ekspor

PADANG PANJANG, UMKMTRUST.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk terus mendorong pengusaha perempuan agar naik kelas melalui ekosistem pemberdayaan terintegrasi. Salah satu kisah datang dari Vianti Maghdalena, pemilik Wan Alan, usaha bumbu masakan instan asal Kota Padang Panjang yang berhasil menembus pasar ekspor, dengan produk yang kini telah menjangkau berbagai wilayah di Indonesia hingga pasar internasional. Wan Alan menghadirkan bumbu instan yang praktis sekaligus menjaga kualitas rasa dan kesehatan. Diproduksi tanpa tambahan MSG, produk ini menawarkan cita rasa autentik khas masakan nusantara dalam proses yang lebih ringkas. Bumbu rendang dan bumbu lengkuas menjadi unggulan karena mampu menghadirkan rasa masakan rumahan tanpa proses memasak yang panjang. OJK Andalkan Penguatan Manajemen Risiko untuk Jaga Pembiayaan UMKM Perjalanan usaha ini bermula dari skala rumahan pada masa pandemi, berawal dari produk berbasis jahe sebelum beradaptasi menghadirkan bumbu instan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pasar. Inovasi tersebut melahirkan berbagai varian seperti bumbu gulai, soto, hingga nasi goreng yang kini semakin luas diterima. Saat ini, produk Wan Alan dapat ditemukan di toko oleh-oleh dan supermarket di Sumatra Barat, serta dipasarkan melalui reseller, marketplace, dan media sosial. Jangkauan pasar Wan Alan terus berkembang hingga menjangkau pasar ekspor ke Inggris. Vianti Maghdalena menuturkan bahwa pengembangan usaha tidak terlepas dari proses pembelajaran dan pendampingan melalui ekosistem BRI. “Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI pada tahun 2022 saat saya mendaftar menjadi UMKM di Rumah BUMN Padang Panjang, saya aktif dan ikut dalam program BRIncubator 2022, alasan saya memutuskan aktif di sini karena saya banyak mendapat manfaat dari menambah ilmu terkait pemasaran, branding, manajemen, juga menambah jaringan sehingga produk saya bisa dikenal sampai sekarang,” ujarnya. OJK Andalkan Penguatan Manajemen Risiko untuk Jaga Pembiayaan UMKM Melalui program pemberdayaan Rumah BUMN BRI dan platform LinkUMKM, Vianti Maghdalena memperoleh pembelajaran pengelolaan bisnis, pemasaran, dan branding yang mendorong peningkatan omzet dan kapasitas produksi, sekaligus memperluas pasar hingga ke luar negeri. Dalam operasionalnya, Vianti Maghdalena juga memanfaatkan layanan perbankan BRI seperti QRIS dan tabungan untuk mendukung kemudahan transaksi di berbagai kanal penjualan. Vianti menambahkan bahwa perjalanan usaha tidak lepas dari tantangan seperti fluktuasi harga bahan baku dan keterbatasan peralatan produksi. Namun, konsistensi dan ketekunan menjadi kunci dalam menjaga kualitas produk dan kepercayaan pelanggan. “Hasil yang hebat lahir dari dua hal: lutut yang bersimpuh dalam doa dan tangan yang lelah karena kerja keras. Jika salah satu hilang, langkah kita akan pincang,” tegasnya. BRI melalui LinkUMKM menghadirkan ekosistem pemberdayaan untuk mendukung UMKM tumbuh berkelanjutan, mulai dari peningkatan kapasitas hingga perluasan akses pasar. Hingga akhir Maret 2026, lebih dari 15,57 juta UMKM telah memanfaatkan platform ini, didukung fitur terintegrasi serta lebih dari 840 modul pembelajaran. Prabowo Terbitkan Perpres Rindekraf 2026–2045, Ekraf Dipacu Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional Pada kesempatan terpisah, Direktur Manajemen Risiko BRI, Ety Yuniarti mengungkapkan pemberdayaan perempuan bukan hanya isu sosial, tetapi merupakan strategi penting dalam memperkuat fondasi ekonomi nasional. “BRI meyakini bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor UMKM. Oleh karena itu, melalui LinkUMKM dan berbagai program pemberdayaan, BRI terus berkomitmen menghadirkan akses yang setara bagi perempuan untuk berkembang, berinovasi, dan naik kelas hingga mampu bersaing di pasar global,” pungkasnya.

Horeka2 Oktober 2026

Menteri Maruarar Ungkap Lonjakan Program Bedah Rumah di Jabar

JAKARTA- Program bedah rumah di Jawa Barat melonjak signifikan pada 2026. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mencatat jumlah rumah yang direnovasi melalui program tersebut mencapai 49.229 unit pada 2026, naik jauh dibandingkan 6.367 unit pada 2025. Lonjakan lebih tinggi terjadi di Purwakarta. Maruarar menyebut jumlah rumah yang diperbaiki di daerah tersebut meningkat dari 317 unit pada 2025 menjadi 2.914 unit pada 2026. Dengan demikian, jumlah penerima program bedah rumah di Purwakarta tumbuh sekitar 819%. “Jadi naiknya berapa persen? 819%,” kata Maruarar saat menyampaikan perkembangan program bedah rumah di Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (2/10/2026). Selain meningkatkan jumlah penerima, Kementerian PKP juga mengubah ketentuan penerima bantuan. Warga yang tinggal di rumah sewa atau kontrakan kini dapat mengikuti program bedah rumah, dengan syarat terdapat pernyataan dari penghuni dan pemilik rumah bahwa warga tersebut telah menempati rumah tersebut atau akan menempatinya selama minimal tiga tahun. “Kenapa saya buat aturan begitu? Satu, mempermudah warga. Kedua, jangan nanti kita perbaikin rumah yang ngontrak, lalu sewanya dinaikkan. Atau yang ngontrak nanti gak boleh tinggal di situ lagi. Gak boleh! Nanti jadi yang untung yang punya kontrakan, bukan yang mengontrak,” jelas pria yang akrab disapa Ara tersebut. Dalam skema tersebut, bantuan yang diberikan mencapai Rp 20 juta untuk setiap unit rumah. Dana itu terdiri atas Rp 17,5 juta untuk pembelian material atau bahan bangunan dan Rp 2,5 juta untuk membayar upah tukang. Pelaksanaan renovasi juga akan didampingi tenaga pendamping masyarakat (TPM) atau pegawai Kementerian PKP. Adapun masyarakat yang dapat mengikuti program harus merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki KTP dan memiliki atau menempati satu-satunya rumah tidak layak huni selama minimal satu tahun terakhir. Untuk kawasan padat dan kota metropolitan, warga yang menyewa atau mengontrak rumah tidak layak huni juga dapat menjadi penerima bantuan. Selain itu, penerima harus memiliki penghasilan maksimal sebesar upah minimum provinsi/upah minimum kabupaten (UMP/UMK) dan belum menerima bantuan stimulan perumahan swadaya, program bedah rumah pemerintah, maupun bantuan kemudahan atau pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dalam lima tahun terakhir. Pengecualian berlaku bagi masyarakat yang rumahnya terdampak bencana, kebakaran, atau penataan kawasan kumuh. “Program bedah rumah ini tidak dipungut biaya sepeser pun. Rakyat harus berani! Kalau ada yang pungut, foto, video, viralin! Jangan takut, ya! Awasi di lapangan! Kalau ada siapa pun itu. Ya! Jaga uang rakyat. Ini bukannya uang saya, uang rakyat,” tegas Maruarar.

Horeka1 Oktober 2026

Bandara Soetta Tutup Akibat Abu Krakatau, Rugi Rp 40 Miliar

JAKARTA - Penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau beberapa waktu lalu menimbulkan kerugian sekitar Rp 40 miliar dalam dua hari. Direktur Operasi PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) alias Injourney Airports, Agus Haryadi mengungkapkan, kerugian tersebut menjadi konsekuensi dari penutupan operasional bandara untuk memastikan keselamatan penerbangan. "Kalau ngomong rugi, rugi Pak, banyak ruginya. Rp 40 miliar ada kali Pak dalam dua hari (penutupan Bandara Soetta) itu. Nah, tapi tentu kami tidak memikirkan itu," kata Agus dalam acara Lokakarya Forum Wartawan Perhubungan di Badung, Jumat (2/10/2026). Agus menyampaikan, penutupan Bandara Soetta dilakukan setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya abu vulkanik. Keputusan tersebut diambil setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan hasil paper test dan black glass positif. "Setelah BMKG memastikan bahwa dari hasil paper test, hasil black glass ternyata positif, kita tidak mau mengambil risiko dan langsung kita lakukan penutupan," ujarnya. Menurut Agus, penutupan bandara bukan merupakan pilihan dalam kondisi tersebut karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan. "Bapak dan Ibu, tentu penutupan ini bukan opsi. Memang harus dilakukan. Tentu alasan pertamanya adalah alasan keselamatan, karena ini nyawa orang yang kita handle," imbuhnya. Agus menjelaskan, Bandara Soetta ditutup secara total pada 6 September 2026. Bahkan, kata dia, sejak 1992 Bandara Soetta belum pernah ditutup operasionalnya secara keseluruhan. "Sepanjang yang saya tahu, saya bekerja di Soekarno-Hatta dari tahun '92—artinya sudah 35 tahun—belum pernah mengalami penutupan bandara secara total," ucapnya. Dia mengatakan, penutupan total Bandara Soetta juga belum pernah terjadi ketika pandemi Covid-19. Saat itu, status bandara tetap dibuka meskipun operasional penerbangan terdampak. "Covid-19 pun tidak tutup, Pak, status bandara itu open. Kalau ini (kala erupsi Gunung Anak Krakatau) benar-benar close," sambung Agus. Dikatakan Agus, penutupan tersebut berdampak pada sekitar 130.000 penumpang yang biasanya dilayani Bandara Soetta dalam sehari. Ia juga memaparkan, Bandara Soetta melayani sekitar 1.000 pergerakan pesawat per hari. Dengan penutupan sejumlah bandara lain, termasuk Halim Perdanakusuma, Tanjung Karang, dan Husein Sastranegara Bandung, jumlah penumpang yang terdampak disebut mencapai lebih dari 200.000 orang. "Penumpangnya mungkin yang terdampak ini sudah lebih dari 200 ribu," kata Agus. Lebih lanjut, Agus menuturkan, pihaknya langsung mengaktifkan posko setelah penutupan dilakukan. Injourney Airports juga menyediakan bus untuk memobilisasi penumpang menuju sejumlah bandara lain di Pulau Jawa, termasuk Solo, Yogyakarta, dan Surabaya. Selain itu, penumpang yang tertahan di Soetta juga ditampung di sejumlah fasilitas. Salah satunya employee lounge milik Angkasa Pura Indonesia. "Sebagian jemaah umrah yang sudah telanjur datang terbang dari beberapa daerah seperti dari Palangkaraya kita tampung di situ. Ada kurang lebih 200-an (jemaah)," katanya. Sebelumnya, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak pada ruang udara dan operasional sejumlah bandara sejak Sabtu (5/9/2026). Sebanyak delapan bandara sempat mengalami penutupan operasional, yakni Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) dan Bandara Budiarto (BTO) di Banten, Bandara Radin Inten II (TKG) dan Bandara Muhammad Taufiq Kiemas (TFY) di Lampung, Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) di Jakarta, Bandara Pondok Cabe (PCB) di Banten, Bandara Husein Sastranegara (BDO) di Jawa Barat, serta Bandara Atung Bungsu (PXA) di Sumatera Selatan. Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam telah kembali beroperasi normal sejak Senin (7/9/2026) pukul 09.00 WIB. Sementara itu, Bandara Soetta, Halim Perdanakusuma, dan Husein Sastranegara kembali beroperasi mulai Selasa (8/9/2026) pukul 00.01 WIB. Bandara Budiarto Curug dan Bandara Pondok Cabe kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB. Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi mengatakan, pembukaan kembali bandara dilakukan dengan sejumlah ketentuan untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan. "Otoritas Bandara bersama maskapai wajib melakukan inspeksi terhadap seluruh armada pesawat," ujar Dudy beberapa waktu lalu.

Horeka1 Oktober 2026

Archipelago Tawarkan Diskon Kamar 20% dan F&B 30%

JAKARTA- Archipelago Hotels menghadirkan program “Stay More, Savor More” selama Oktober 2026 dengan potongan harga 20% untuk kamar dan 30% untuk makanan dan minuman. Program tersebut berlaku untuk periode menginap hingga November 2026 dan mencakup 130 properti jaringan Archipelago di Indonesia. Program ini menyasar wisatawan yang ingin memanfaatkan waktu menginap sekaligus menikmati fasilitas kuliner di hotel. Penawaran berlaku tidak hanya untuk akomodasi, tetapi juga makanan dan minuman selama periode menginap. Bagi wisatawan, hotel semakin menjadi bagian dari pengalaman perjalanan, bukan sekadar tempat bermalam. Setelah menjalani aktivitas di destinasi, tamu dapat menggunakan waktu di hotel untuk beristirahat, menikmati hidangan, atau menghabiskan waktu dengan suasana yang lebih santai. Melalui “Stay More, Savor More”, Archipelago Hotels menggabungkan penawaran akomodasi dan makanan serta minuman dalam satu program. Skema tersebut memberikan pilihan bagi tamu untuk menggunakan fasilitas hotel selama perjalanan tanpa harus berpindah lokasi untuk mencari kebutuhan kuliner. “Bagi wisatawan, perjalanan bukan hanya tentang tempat yang dituju, tetapi juga bagaimana mereka menikmati waktu selama berada di sana. Melalui ‘Stay More, Savor More’, kami ingin memberikan nilai lebih dalam satu perjalanan, dengan penawaran untuk kamar sekaligus makanan dan minuman selama menginap,” ujar Chris Legaspi, Chief Commercial Officer Archipelago Hotels. Berlaku di 130 Hotel Program “Stay More, Savor More” tersedia di 130 properti Archipelago Hotels di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut mencakup sejumlah merek dengan karakter dan konsep berbeda, antara lain Aston, The Alana, Harper, Quest, Hotel Neo, dan fave. Perbedaan karakter setiap merek memberikan pilihan bagi wisatawan untuk menyesuaikan akomodasi dengan kebutuhan perjalanan. Pilihan tersebut mencakup perjalanan bisnis maupun rekreasi dengan karakter destinasi dan kebutuhan tamu yang berbeda. Program dapat dipesan mulai 1 Oktober hingga 31 Oktober 2026. Sementara itu, periode menginap berlangsung mulai 1 Oktober hingga 30 November 2026. Penawaran memberikan diskon 20% untuk kamar dan diskon 30% untuk makanan serta minuman atau food & beverage. Program tersebut hanya tersedia melalui pemesanan langsung atau direct booking di situs resmi Archipelago Hotels. Ketersediaan kamar, tanggal yang tidak termasuk dalam program atau blackout dates, serta syarat dan ketentuan dapat berbeda di setiap properti. Informasi mengenai hotel yang berpartisipasi tersedia melalui halaman resmi program “Stay More, Savor More”. Archipelago Hotels merupakan grup manajemen hotel swasta yang mengoperasikan lebih dari 45.000 kamar di lebih dari 350 hotel. Jaringannya tersebar di Asia Tenggara, Amerika Latin, Karibia, Timur Tengah, dan Oseania. Perusahaan tersebut mengelola 13 merek, termasuk Aston, Huxley, Park Lane, Alana, Avanika, Kamuela, Harper, Aston Collection Hotels, Quest, Four Corners, Neo, fave, dan Nordic.